"Sebab menulis adalah peristiwa menyejarah"- @mizzanmrsydn

Senin, 19 Maret 2012

Feature


Brainstorming untuk Akuntansi yang Lebih Baik

Jum’at, 16 Maret 2012 adalah hari yang dinanti para pengurus HMJ Akuntansi periode 2012/13. Sebab hari itu para anggota Laskar SIAGA akan memulai sebuah gebrakan besar di bawah kepemimpinan yang baru. Tepatnya akan melaksanakan rapat kerja selama tiga hari di Bogor. Dimulai dengan rapat kerja yang terstruktur dan terorganisasi maka Laskar SIAGA akan lebih mudah untuk bekerja di lapangan.
                Setelah anggota yang muslim menunaikan kewajiban shalat Isya, seluruh anggota laskar SIAGA bersama beberapa anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FE UNJ berangkat menuju Cilember, tempat berlangsungnya acara. Meskipun disayangkan beberapa anggota berhalangan hadir namun tidak mengurangi rasa kebersamaan yang tercipta.
Setelah melalui padatnya jalan Jakarta-Bogor di akhir pekan, mobil tiba di Wisma Lokawiratama sekitar pukul 22.00. Tidak lama membereskan barang, para anggota memasuki alam mimpinya masing-masing untuk mempersiapkan tenaga, waktu, dan pikiran keesokan harinya.

Suasana dialektika raker

Presentasi pertama dilakukan oleh badan pengurus harian yang terdiri dari Ketua Ferly Ferdyant, Sekretaris Jenderal Ikhwan Ahmad Prayogo, Sekretaris Ade Yulianti, Bendahara I Presdinasfri Davisti dan Bendahara II Citra Rizqi. Serunya, program kerja mereka langsung dibabat habis oleh BPM dari berbagai perspektif. Kritikan yang datang dijawab dengan jawaban yang tegas pula sehingga terjadilah perang argumen. Beruntung, perbedaan persepsi yang sempat terjadi dapat diselesaikan.
Idem dengan BPH, setiap divisi dan biro yang memaparkan program kerja dikoreksi habis-habisan, dari segi redaksi maupun content. Tidak sia-sia BPM yang saat itu hadir sebab setiap anggota benar-benar menjalankan tugasnya sebagai pengawas. Detail sekali mereka memperhatikan setiap program kerja. Hingga divisi terakhir yaitu divisi informasi dan teknologi setiap pengurus HMJ Akuntansi yang hadir mau tak mau ter-brainstorming.
Sebelum rapat kerja malam itu ditutup rupanya ada yang istimewa yaitu pemilihan Ketua Panita Gebyar Akuntansi ketiga. Gebyar Akuntansi (GA) yang telah menjadi ciri khas HMJ Akuntansi FE UNJ selama dua tahun terakhir ini memang sebuah acara besar yang harus diketuai oleh orang yang berdedikasi dan mampu berkarya bersama seluruh anggota HMJ Akuntansi. Malam itu terpilih Joko Suryanto dari divisi R&E, Nabil Ahmad dari Biro Danus, dan Muhammad Arief Muttaqin dari divisi kesma sebagai kandidat yang hasilnya akan diputuskan melalui fit and proper test pada hari minggu.
Hari terakhir merupakan hari bermain bagi Laskar SIAGA karena hanya diisi dengan outbond dan pelantikan pengurus HMJ Akuntansi FE UNJ periode 2012/13. Outbond yang penuh tawa dan canda diakhiri dengan bermandikan lumpur bagi para anggota laki-laki. Rasanya kepenatan raker kemarin menguap begitu saja. Melalui rapat tertutup diputuskan ketua GA tahun ini adalah Nabil Ahmad.
Dengan resmi dilantiknya para pengurus yang baru, tongkat estafet amanah HMJ Akuntansi resmi diemban oleh pengurus HMJ Akuntansi FE UNJ periode 2012/13. Pererat pegangan tangan dan melangkah bersama-sama mengarungi samudera yang penuh aral rintangan. Bersiaplah kawan-kawan Laskar SIAGA, singsingkan lengan bajumu untuk berkarya dan berdedikasi dalam harmoni akuntansi. (MIM)

Minggu, 11 Maret 2012

Seniman Khas ala Angkutan Ibu Kota

Oleh: Muhammad Izzan


Tembang bernuansa british itu mengalun fasih dari mulut sang pengamen. Pertama kali melihatnya anda tidak akan percaya pada sosok yang menyanyikannya. Ternyata sang pemilik suara bertampang seperti orang jawa yang merantau ke ibu kota, bahkan tidak terlihat fasih berbahasa Indonesia. Namun di luar dugaan. justru dia menyanyikan lagu  berbahasa Inggris. Sang pengamen berperawakan tinggi kurus, dengan kumis sedang dan kira-kira berusia 30-an tersebut memakai kemeja lengan pendek hitam dengan sepatu pantofel butut yang terkelupas kulitnya dan solnya sedikit menganga. Perasaan saya seperti melihat vokalis the Beattles bernyanyi dalam diri seorang kuli bangunan.
            Kejadian ini cukup lucu karena sebelum ia menyanyi, saya juga melihat sang pengamen berperawakan Jawa tersebut meminta dengan sopan agar ia menyanyi lebih dahulu kepada sesama pengamen yang kebetulan menaiki metromini yang sama. Setelah pengamen lain mempersilahkannya, terdengarlah suara yang sangat “barat”. Bapak tersebut menyanyi dengan penuh penghayatan bagai seorang musisi kelas dunia, bahkan hingga memejamkan mata demi menyatu dengan lagu yang ia bawakan. Di atas metromini yang terus melaju, sang pengamen menguasai “panggung” hingga lirik terakhir.
Ketika mendengarkan pengamen tersebut saya seperti berada pada tahun 1990-an. Saya tidak tahu tentang lagu tersebut sampai sang pengamen mengakhiri penampilannya dengan berterimakasih dan menyebutkan penyanyi asli dan judul lagu tersebut. Ternyata penyanyi aslinya adalah Elvis Presley, bukan the Beattles seperti yang saya duga. Sayangnya saya tidak sempat mendengar judulnya.
            Entah bagaimana cara “Elvis ala Metro” tersebut mempelajari bahkan dapat menyanyikan lagu tersebut hingga selesai dengan nada dan suasana yang begitu luar biasa bagi seorang pengamen. Setelah ia selesai, majulah pengamen lain yang tadi menunggunya. Sang pengamen adalah anak kecil berusia anak SD. Dengan bertelanjang kaki, anak kecil itu menyanyikan lagu anak jalanan yang cukup terkenal.
            “Kutunggu kau.. kutunggu..kunanti kau.. kunanti..sampai, hingga akhir hayat iniiii” lantun anak kecil tersebut.
Namun suaranya kurang enak didengar karena selain dia memang tidak sebaik “Elvis ala Metro”, juga karena ia menyanyi dengan setengah hati dan tanpa penghayatan. Tidak lama bernyanyi, anak ini pun meminta receh kepada penumpang dan segera turun dari metromini.
            Ibu kota memang identik dengan penghibur jalanan. Tidak terlepas angkutan umumnya yang selalu memberi pelayanan plus musik seperti sang “Elvis ala Metromini” dan anak kecil tadi. Terbukti, tidak lama setelah kedua pengamen tersebut turun, naik lagi tiga orang pengamen dengan lagu yang berbeda.
Sebenarnya sah-sah saja apa yang mereka lakukan di atas bis metromini sepanjang dilakukan dengan cara yang sopan dan tidak mengganggu. Mereka tidak berbeda seperti kita yang sedang mencari rezeki-Nya. Cara seperti ini tentunya jauh lebih beradab dibandingkan perilaku oknum yang sering memaksa penumpang untuk memberi uang meskipun secara tidak langsung. Cara ini pun bagi saya lebih terhormat dibandingkan para pengemis yang meminta-minta ketika mereka masih bisa bekerja, kecuali bila sang pengemis meiliki kekurangan (cacat) atau sudah tua yang membuat mereka tidak mampu bekerja.
Para seniman metromini tersebut menjadikan metromini sebagai angkutan yang khas. Ya, khas dengan layanan musik yang akan mengiringi anda selama perjalanan. Dengan banyaknya alternatif angkutan transportasi di Jakarta, Anda bebas untuk memilih salah satunya. Tentunya setiap angkutan memiliki nilai plus-minus nya masing-masing. Tergantung selera dan ketebalan kantong anda.

Minggu, 12 Februari 2012

TIPS BAGI MC PEMULA


Bagi teman-teman yang aktif dalam organisasi di kampusnya, pastilah sering mengadakan berbagai acara yang membutuhkan peran seorang Master Ceremonial (MC). Tentu saja, sebuah acara tanpa adanya MC menurut saya seperti menyaksikan film berbahasa asing yang tidak kita mengerti: tanpa panduan. Hasilnya pun hadirin tidak akan mengerti acara yang ditampilkan secara maksimal.
Terkadang, acara yang kita buat tidak memiliki cukup dana untuk membayar MC. Namun hal tersebut bukanlah alasan bagi kita untuk membatalkan acara yang telah capai-capai kita rencanakan dari awal. Salah satu solusinya dengan memakai “orang dalam” atau panitia acara sebagai MC. Karena itu bagi teman-teman yang aktif di organisasi, ada baiknya untuk berlatih sebagai MC.
Apa saja sih yang harus kita persiapkan ketika ditunjuk sebagai MC di acara-acara baik internal kampus maupun eksternal; formal seperti seperti seminar nasional ataupun informal. Berikut ini beberapa rahasia agar menjadi MC yang sukses sob, Check it out !
1.       Perhatikan tata cara berpakaian
Pakaian adalah hal pertama yang akan terlihat dari seseorang. Banyak orang yang menilai seseorang dari caranya berpakaian. Meskipun tidak seratus persen selalu benar, setidaknya pakaian akan sedikit-banyak mewakilkan kepribadian sesorang.
Hal ini juga berlaku ketika seorang MC memandu acara. Terlebih lagi bagi MC yang baru merintis karir, hal ini sangat menentukan. Sebab hadirin akan sangat memerhatikan pakaian kita sebelum menilai aspek lainnya.
Karena itu, perhatikanlah tata cara berpakaian. Sesuaikan dengan suasana acara yang akan kita bawakan. Tidak akan enak dipandang mata bila, misalnya, pada acara seminar resmi yang para pesertanya berpakaian kemeja, namun pembawa acaranya hanya memakai kaus. Hal itu akan terlihat sang MC tidak menghargai peserta. Setidaknya, berpakaianlah lebih rapi daripada peserta.

2.       Mengenal karakter partner MC
Biasanya dalam memandu acara, MC tidak hanya satu orang namun berpasangan. Tujuannya selain memudahkan tugas juga untuk lebih menghidupkan suasana sehingga MC tidak seperti berbicara sendiri. Agar kerjasama tersebut membuahkan hasil yang baik, kenali perangai dan karakter rekan kita.
Khususnya apabila sebelumnya kita belum terlalu mengenal sosok rekan kita. Sempatkan waktu untuk mengobrol dengannya minimal sebelum acara berlangsung. Meskipun terkesan sepele, namun hal tersebut dapat meminimalisir kesalahan komunikasi ketika memandu acara.

3.       Mempelajari susunan acara
Hal ini sering disepelekan para MC pemula. Kebanyakan MC pemula hanya membaca beberapa kali susunan acara tanpa memerhatikannya dengan seksama. Sebagai pemandu acara, kita haruslah paling tahu tentang susunan acara dan memahaminya.
Selain itu, dianjurkan untuk memperluas wawasan kita tentang tema yang menjadi latar belakang acara atau salah satu bagian acara. Contohnya, bila kita memandu acara kesenian, perluaslah wawasan kita tentang keesenian yang akan ditampilkan. Tidak harus benar-benar paham apalagi sampai belajar khusus hanya untuk memandu acara beberapa jam saja. Namun hal ini akan membuat penampilan kita lebih hidup karena membantu kita memahami acara yang akan kita pandu.
4.       Just enjoy!
Last but not least, bila semua hal telah kita persiapkan dengan matang. Buat mindset kita agar yakin acara tersebut akan sukses. Nikmati setiap detik yang berganti. Filosofi air yaitu mengalir dapat diterapkan saat memandu acara. InsyaAllah, bila kita telah berusaha melakukan yang terbaik maka hasilnya akan baik pula.
Itulah beberapa tips yang dapat saya bagikan bagi teman-teman yang ingin merintis karirnya sebagai MC. Poin-poin di atas memang bukan langkah baku untuk menjadi MC yang baik. Namun dapat menjadi referensi untuk menambah wawasan dalam menjalani tugas sebagai MC. Semoga berguna.

Kamis, 24 November 2011

Essai


Dramatisasi Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II
Oleh MUHAMMAD IZZAN MURSYIDAN
Drama politik pemilihan menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia Bersatu II telah berakhir pada Selasa (18/10) malam. Di Istana Merdeka, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wakil Presiden Boediono dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, mengumumkan perubahan susunan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.
            Hasilnya, Kabinet Indonesia Bersatu II lebih gemuk dan memiliki rantai birokrasi yang panjang dengan penambahan wakil menteri. Total, reshuffle kali ini, terdapat 7 menteri baru, 4 menteri yang digeser, 11 wakil menteri, dan 2 wakil menteri yang bergeser. Ditambah dengan 10 wakil menteri yang diangkat pada awal periode kedua pemerintahannya, Yudhoyono kini mempunyai 19 wakil menteri (Kompas, 19/10/2011).
            Apakah dengan perombakan tersebut, kinerja pemerintahan Presiden SBY menjadi lebih baik di sisa pemerintahannya? Agaknya kita tidak dapat terlalu berharap akan adanya perbaikan. Perombakan tersebut hanya dijadikan usaha politik citra yang dijalankan SBY. Sang Presiden rupanya ingin menunjukkan seakan-akan dia serius ingin memperbaiki pemerintahan sebelumnya. Hal ini diperlihatkan dengan lamanya pemanggilan terhadap wakil menteri sejak hari Kamis, pekan sebelum pengumuman, kepada publik yang menyedot perhatian besar sejumlah media massa. Hingga Minggu, di kediaman Presiden di Puri Cikeas Indah, pemanggilan masih berlangsung dan baru berakhir pada Selasa. Menteri yang terakhir dipanggil adalah Rektor Universitas Cendrawasih Baltazar Kambuaya.
            Motif yang kedua adalah pembagian kekuasaan terhadap partai politik mitra koalisi. Penambahan wakil menteri dari kalangan profesional mengindikasikan Presiden Yudhoyono meragukan kapasitas menterinya. Namun dia tidak leluasa untuk menunjuk menteri yang mumpuni sebab sudah terikat dengan kontrak politik. Kontrak politik ini, antara lain, dibeberkan Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq yaitu kontrak politik antara SBY dengan PKS.
            Mahfudz menjelaskan, PKS memiliki tiga kontrak politik yang dibahas dan disetujui langsung antara Ketua Majelis Syura Hilmi Aminuddin dan Presiden. Kontrak politik pertama berisi dukungan PKS terhadap Yudhoyono dan Boediono. Kedua, dukungan PKS sebagai koalisi dalam pemerintahan dan di parlemen. Ketiga, berupa pembagian kekuasaan atau power sharing antara PKS dan Yudhoyono-Boediono.
Penggemukan kabinet
            Penambahan wakil menteri yang dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja kementerian, menurut Eep Saefulloh Fatah, hanya akan jadi tambahan organ birokrasi. Manakala tak tersedia mekanisme dan hubungan yang sehat dengan para menteri dan pejabat eselon 1 di sekitar menteri itu, wakil menteri potensial jadi beban bagi kepemimpinan departemen/kementerian. Bagi departemen/kementerian negara yang sehat, penambahan wakil menteri berpotensi mengurangi kebugaran. Sementara di departemen/kementerian yang sudah tak bugar bisa tercipta situasi sudah jatuh tertimpa tangga pula. Pemerintahan kian tambun dan diisi banyak pejabat baru yang jadi beban politik dan birokrasi (serta finansial) baru (Kompas, 19/10/2011). Padahal, di negara-negara yang kementeriannya memiliki wakil menteri, Amerika Serikat, misalnya, disebabkan jumlah departemen/kementerian di sana tidak sampai 20. Setiap departemen/kementerian menangani banyak bidang sehingga membutuhkan wakil menteri.
            Menteri baru yang ditunjuk masih didominasi politikus; menteri dari parpol berjumlah 18 orang, menteri dari profesional berjumlah 16 orang. Selainitu, penunjukan para menteri terkesan kental sikap cari aman presiden dan kontroversial. Menteri Perdagangan yang baru, Gita wirdjawan, dinilai tidak sesuai dengan misi penguatan kesejahteraan masyarakat. Meski memiliki kompetensi bagus, Wirdjawan selama ini dinilai memberi karpet merah bagi investor asing dan liberalisasi. Menteri Lingkungan Baltazar Kambuaya, penunjukannya terkesan hanya perimbangan politik berupa representasi daerah. Putra asli Papua ini dipertanyakan keberpihakannya terhadap lingkungan, sebab latar belakangnya adalah sarjana ekonomi. Dikhawatirkan, background Rektor Uncen ini memengaruhi arah kebijakannya di kementerian lingkungan.
Jero Wacik dipertanyakan kompetensinya mengurus masalah energi dan sumber daya mineral. Pengamat energi Pri Agung Rakhmanto menyatakan, penunjukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang baru lebih mempertimbangkan kepentingan politik. Kementerian itu secara politik dipandang strategis sehingga tetap harus dipegang kader partai yang memerintah (Kompas, 19/10/2011). Seharusnya penunjukan Menteri ESDM diberikan kepada orang yang benar-benar memiliki initegritas dan kapabilitas. Sebab, Kementerian ESDM bisa menjadi tantangan yang paling berat dalam hal stabilitas ekonomi. Hal ini karena kementerian tersebut bertanggung jawab atas kebijakan pemenuhan energi, subsisdi BBM, subsidi listrik, dan pencapaian lifting migas.
Rakyat bosan disuguhkan drama Cikeas yang sebenarnya bukan pertama kali karena drama sejenis telah lebih dulu ada pada saat pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II di akhir Oktober 2009. Yang rakyat inginkan bukanlah penggantian menteri dan/atau penambahan wakil menteri. Kita semua hanya menginginkan peningkatan kinerja pemerintah di sisa tiga tahun masa pemerintahan SBY. Bahkan masa efektif hanya dua tahun, sebab pada 2013 pemerintah sudah berfokus menjelang pemilihan presiden baru. Kita harapkan, SBY bukan tidak menghasilkan dan meninggalkan warisan sistemis penting apa-apa bagi Indonesia di masa pemerintahannya yang dalam waktu lama.